Pemenang Adalah...

Pemenang sejati adalah berani gagal, berarti berani belajar. Berani untuk mendapatkan kemenangan, juga berani hadapi kegagalan sebagai pembelajaran. Hanya mereka yang berani gagal yang dapat meraih keberhasilan.

Seputar Cinta

Jika rasa cinta terbalas, maka bersyukurlah karena Tuhan telah memberikan hidup lebih berharga dengan belas Kasih-Nya. Jika sebaliknya, maka bersabarlah karena Tuhan sudah mempersiapkan yg lebih baik

Banyak Sahabat

Sahabat itu akan menyenangkanmu saat kamu galau, menghiburmu saat kamu sedih dan membelamu saat kamu terluka.

Seputar Persahabatan

Jangan mengabaikan dia yg peduli padamu, suatu hari kamu akan kehilangan dia hanya karena kamu terlalu sibuk dgn dia yg tak peduli.

Cinta Tak Butuh Alasan

Dan cinta itu memang tidak butuh alasan. Seperti semua orang tua yang mencintai anak-anaknya tanpa alasan.

24/11/11

Interaksi Sosial Perumahan Monang Maning (Potret Multikultural Bali)

       Pesatnya perkembangan perumahan Monang Maning selain dari upaya pemerintah dalam menjalankan program pembangunan perumahan pada khususnya, melainkan juga didukung dengan keterlibatan atau peran serta aktif masyarakat yang bertempat tinggal di lokasi bersangkutan.
Interaksi sosial yang tercipta di warga perumahan Monang Maning tentunya selain dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial tentu saja di pengaruhi oleh kearifan lokal yang ada di tempat tersebut, dalam hal ini adalah kearifan lokal budaya Bali.
Proses sosial yang terjadi di dalam warga perumahan Monang Maning yang mempunyai latar belakang budaya yang beraneka ragam dalam bingkai kearifan lokal budaya Bali memunculkan suatu harmoni sosial yang bisa dikatakan sebagai miniature bangsa Indonesia, dimana bingkai Bhineka Tunggal Ika sangat tercermin di perumahan Monang Maning.
Interaksi sosial yang terjadi di perumahan Monang Maning dipengaruhi oleh faktor berikut ;
1.    Faktor tradisi, yang ada sejak nenek moyang mereka dengan sifat gotong-royong dan tolong-menolog.
Gotong-royong merupakan amalan masyarakat kita yang mengutamakan semangat bekerjasama di antara satu sama lain, bak kata pepatah `berat sama dipikul, ringan sama dijinjing’. Gotong-royong merupakan tradisi luhur peninggalan nenek moyang kita, yang dapat ditemukan dalam berbagai suku yang ada di Indonesia meskipun memiliki istilah lokal yang berbeda-beda. Dalam gotong royong ini amat mementingkan perpaduan dan nilai tradisi serta suka hidup tolong-menolong dan melakukan kerja secara sukarela.
Di lingkungan masyarakat perumahan Monang Maning, ternyata tradisi ini masih kental meskipun dilihat dari sisi lokasinya, perumahan ini terletak di perkotaan. Gotong royong yang terjadi tentu saja tidak lepas dengan tradisi budaya lokal, dalam hal ini adalah budaya Bali. Dalam bahasa lokal, gotong royong ini disebut dengan ngayah. NGAYAH ( Gotong Royong) bukanlah kata aneh bagi masyarakat Bali, hal ini terkait dengan tradisi budaya yang masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu, dimana ngayah bagai Oksigen yaitu suatu kebutuhan hakiki yang menafasi darah religiusitas serta bagai air dan api kosmis yang mencuci jernih keruh-keruh karma kita atau membakar bebaskan benih-benih kemalasan (tamas) yang mencengkram Dharma.
Aktivitas gotong royong di lingkungan perumahan Monang Maning dilakukan guna menjaga kebersihan, keindahan lingkungan tempat tinggal dan sebagai sarana sosialisasi bagi warganya. Sebagai contoh, gotong royong yang dilakukan di wilayah desa tegal kertha, di wilayah desa ini gotong royong untuk membersihkan lingkungan tempat tinggal dijadwalkan di setiap blok-blok perumahan, selain itu gotong royong juga terlihat ketika ada warga yang sedang mempunyai hajat seperti resepsi perkawinan, kematian. Semua anggota masyarakat turun tangan tanpa melihat status, agama dan golongan, hal ini merupakan cerminan bahwa di dalam konteks perkotaan, ternyata masyarakat masih mengedepankan rasa kekeluargaan mereka.

2.   Faktor kekerabatan antarsuku bangsa, yang digunakan untuk menyelesaikan sengketa.
Interaksi sosial antar warga di perumahan Monang Maning dilandaskan pada hukum adat, meskipun ada hukum negara dan hukum agama. Hukum adat diberlakukan untuk semua orang yang menetap di Bali. Hukum adat telah ditetapkan oleh nenek moyang dahulu dan selalu digunakan sebagai pedoman untuk menyelesaikan setiap sengketa antarwarga suku bangsa.
Dalam hal ini peranan tokoh pemimpin tradisional mulai dari tingkatan banjar, dusun hingga desa sangatlah penting guna menjaga ketentraman hidup warga yang berbeda latar belakang budayanya, serta dalam menyelesaikan berbagai sengketa yang terjadi di lingkungan warganya.
Agenda pertemuan di tingkatan banjar dijadwalkan secara rutin dalam kurun waktu tertentu (mingguan, bulanan). Fungsi dari setiap pertemuan ini selain melestarikan tradisi budaya Bali yang biasanya membahas agenda kegiatan adat yang terkait dengan agenda-agenda adat/keagamaan, juga untuk membahas berbagai hal yang terkait dengan kelangsungan hidup di lingkungan tempat tinggalnya, serta sosialisasi terhadap program-program pemerintah.

3.   Faktor misi dakwah, yang menekankan aspek kemanusiaan dan pemberdayaan umat.
Hidup berdampingan antar bermacam kelompok pemeluk agama dengan toleransi dan penuh kedamaian adalah sangat baik.
Untuk mewujudkan kondisi yang demikian perlu diadakan silaturahmi antara agama, hal ini bukan suatu usaha untuk membentuk agama baru yang dapat di terima oleh orang banyak. Silaturahmi antar agama dimaksudkan untuk mempertemukan hati dan pikiran antar pemeluk berbagai agama. Dalam konteks silaturahmi antar agama ini dimaksudkan untuk menjalin  komunikasi antara orang-orang yang percaya pada tingkat agama. Dengan terjalinnya komunikasi merupakan jalan bersama untuk mencapai kebenaran dan kerjasama dalam proyek-proyek yang menyangkut kepentingan bersama. Tokoh- tokoh agama memegang kunci penting dalam memberikan dakwah bagi umatnya, dimana dakwah harus dititik beratkan pada pengembangan aspek-aspek kemanusiaan, pemberdayaan umat dalam mengembangkan sikap hormat menghormati dengan penganut kepercayaan lain.
Forum kerukunan umat beragama memberikan warna tersendiri bagi kerukunan antar umat beragama di Bali, khususnya di lingkungan perumahan Monang Maning. Beberapa aktivitas yang nyata adalah saling memberikan ucapan selamat bagi penganut agama yang sedang merayakan hari besarnya, saling mengunjungi diantara warga dalam satu wilayah tempat tinggal dan fenomena yang unik juga terjadi di salah satu lingkungan dusun di desa Tegal Kertha, dimana di sebuah blok perumahan mengadakan pertemuan bersama seluruh warga untuk saling memberikan ucapan selamat merayakan hari raya dan sebagai ajang silaturahmi antar warga beda agama.

4.   Faktor kerjasama antartokoh agama, pemimpin adat dan aparat pemerintah.
Kerjasama antar tokoh agama, pemimpin adat serta aparat pemerintah sangatlah diperlukan mengingat mereka memegang peran penting dalam mengajak warganya menciptakan suasana harmoni di lingkungan tempat tinggal.
Dalam kehidupan social di perumahan Monang Maning, hal ini tercermin dengan adanya Forum kerukunan umat beragama. Forum ini menjadi jembatan penghubung di Internal umat masing-masing. Artinya, masing-masing agama secara vertical memiliki keyakinan, cara, etika, susila yang dimiliki dan bersifat hakiki. Hal ini merupakan pembeda antara agama yang satu dengan yang lainnya yang harus dihormati. Forum ini melalui perwakilan di masing-masing agama harus dapat menularkan kerukunan di internal umat, dan menjaga aspek sakralisasi pelaksanaan tradisi keberagamaan masing-masing dengan tetap berpegang pada kaidah agama.
Secara horizontal, disamping dintern, maka dalam perspektif sosiologi agama, hubungan yang bersifat sosial dengan umat beragama lainnya perlu dijaga dan dikembangkan. Dalam konteks inilah Forum Kerukunan Umat Beragama dapat menjalankan peran dan fungsinya sebagai : 
1.    Sebagai wahana komunikasi, interaksi antara satu dengan yang lainnya dalam memberikan informasi terhadap tafsir agama masing-masing, sehingga tercipta suasana saling memahami dan saling menghormati;
2.    Sebagai wanan memdiasi setiap persoalan yang mengarah pada terjadinya konflik baik yang bersifat laten maupun manifest;
3.    Sebagai media harmonisasi hubungan satu dengan yang lain dalam mengkomunikasikan pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan;
4.    Melakukan sosialisasi kepada masing-masing umat beragama agar dalam kehidupan sosial tidak bersifat eksklusif sehingga dapat terbangun kohesi sosial dikalangan umat beragama;
5.    Membantu pemerintah daerah dalam menyukseskan program-program pembangunan;
6.    Bersama-sama pemerintah dan aparat kemanan ikut menjaga iklim sosial dan politik yang kondusif;
7.    Dan tentunya banyak hal lagi yang dapat dikerjakan dengan selalu bersinergi dengan kekuatan-kekuatan sosial yang ada didaerah.
(http://www.yayasankorpribali.org/artikel-dan-berita/63-peranan-forum-kerukunan-umat-beragama-dalam-memelihara-dan-memantapkan-kerukunan-umat-beragama-di-kabupaten-tabanan.html)

5.  Tidak adanya provokasi yang menimbulkan perpecahan, baik oleh masyarakat, tokoh dan pemimpin maupun pihak ketiga.
Untuk membangun solidaritas sosial antara masyarakat, Nasikun mengatakan paling tidak ada dua pendekatan atau perspektif yang dapat digunakan, yaitu : perspektif sistem sosial dan sistem budaya. Perspektif sistem sosial, yaitu melalui inter-group relation, yang dimaksudkan sebagai hubungan antara anggota-angota dari berbagai kelompok. Makin intensif hubungan antar kelompok, makin tinggi pula tingkat integrasi diantara mereka. Dengan adanya inter-group relation ini dapat pula menetralisir konflik diantara kelompok, karena setiap anggota kelompok tidak akan memiliki loyalitas tunggal dalam suatu kelompok tertentu, namun sebaliknya loyalitas mereka ganda berdasarkan kelompok-kelompok yang mereka masuki. Dengan demikian kekhawatiran akan terjadinya fanatisme sempit, sentimen-sentimen primordial juga akan dapat dinetralisir karena kegandaan loyalitas yang dimiliki oleh masing-masing anggota kelompok. Perspektif sistem budaya, dikatakan bahwa masyarakat majemuk dapat bersatu melalui penganutan nilai-nilai umum yang berlaku bagi semua anggota masyarakat. Nilai-nilai umum yang berlaku bagi semua anggota masyarakat ini sebagai perekat bagi kelompok-kelompok dalam masyarakat. Semakin kuat nilai-nilai umum itu berlaku bagi kelompok-kelompok dalam masyarakat, akan semakin kuat pula perekat bagi mereka. Nilai-nilai umum itu bersumber pada budaya dominan masyarakat multi etnik yang menjadi acuan perilaku yang terpola.
Dalam konteks kehidupan di perumahan Monang Maning, dua pendekatan tersebut dijalankan, ketika ada isu yang mersahkan yang berkembang di masyarakat, maka secara adat maupun secara pemerintahan akan mengusut isu tersebut dan menindak secara hukum yang berlaku di masyarakat maupun hukum nasional. Hal ini dilakukan untuk menciptakan serta menjaga situasi aman, nyaman di lingkungan perumahan tentunya. Hal ini terbukti bahwa sampai sekarang tidak ada kasus besar yang muncul di lingkungan perumahan Monang Maning.

18/10/11

Manfaat Reiki Selama Kehamilan

Posting kali ini akan membahas secara singkat mengenai manfaat reiki terhadap kehamilan. Bahwasanya energi reiki selain untuk menjaga kesehatan, membantu mengatasi keluhan-keluhan medis, ternyata juga sangat bermanfaat bagi kehamilan.

Ketika Reiki digunakan di awal kehamilan, membantu mengurangi kelelahan dan mual. Bahkan, reiki dapat membantu dengan semua gejala yang mungkin dialami seorang wanita selama kehamilan nya. Reiki akan membantua untuk setiap bagian dari tubuh pada saat kehamilan, dan bahkan ke persalinan dan kelahiran. Reiki membantu untuk menenangkan ketakutan dan menenangkan seorang wanita yang mungkin tidak yakin dirinya dan tubuhnya selama pengalaman melahirkan nya. Kekuatan Reiki akan membantu bayi bergerak dengan kesenangan dalam rahim seorang ibu. Hal ini juga mempengaruhi ketenangan pada bayi juga. Reiki membantu ibu dan bayi mereka selama kehamilan dan selama kelahiran, dengan cinta universal dan penyembuhan.

Energi reiki dapat diberikan kepada ibu dan bayi selama kehamilan dan saat persalinan itu sendiri. Pada saat persalinan, Reiki membantu untuk meringankan rasa sakit dan menciptakan suasana damai dan santai untuk bayi. Perawatan rutin Reiki selama kehamilan akan membantu tubuh Anda untuk menjaga alam, kimia dan keseimbangan fisiologis.

Adapun manfaat Reiki selama Kehamilan, diantaranya :
  • Reiki mengurangi gejala yang tidak nyaman yang terjadi sebagai tubuh ibu mengalami perubahan
  • Reiki mendukung perkembangan bayi yang sedang tumbuh
  • Reiki memperdalam hubungan antara ibu dan bayi

Semoga posting ini bermanfaat bagi kita semua. ^_^

17/10/11

Reiki Simbol : Eksistensi Simbol Sei-He-Ki

Bagi para praktisi reiki tentunya tidak asing dengan simbol Sei-He-Ki. Nah, dalam posting kali ini, akan dibahas secara singkat mengenai eksistensi dari simbol ini. 

Sei-He-Ki adalah simbol mental / emosional. Misinya adalah untuk mengirim atau mengarahkan energi ke lapisan emosional dan mental aura dan chakra yang mengatur fungsi otak, emosional dan juga pikiran. Lebih khusus, ia bertindak pada tubuh emosional dan pikiran bawah sadar. Namanya berarti "Semua yang berlebih akan di turunkan", "Manusia dan Allah adalah Satu" dan "bumi dan langit bertemu." Itu juga merupakan simbol dari pemurnian, simbol keseimbangan antara kekuatan yang berlawanan dan simbol harmoni. 

Simbol ini bekerja  pada empat chakra tertinggi, menyelaraskan dengan getaran energi cinta sebagai getaran energi tertinggi dan membawa pada harmonisasi. Sei-He-Ki bekerja dengan menyerasikan dua belahan otak. Otak kita dibagi menjadi dua belahan. Yakni pada belahan kanan  mengatur tentang  intuisi, imajinasi, mimpi, perasaan, dll sedangkan pada belahan kiri mengatur  rasionalitas dan penalaran deduktif logis. Sei-He-Ki akan menyeimbangkan dua belahan, karena tidak baik untuk hidup dalam dunia imajiner atau dalam dunia rasional murni. Eksistensinya adalah menciptakan  keseimbangan dan harmoni dalam kehidupan.

Kebanyakan orang, tanpa disadari ternyata tidak memproses emosinya. Berbagai hal yang terjadi dalam daur hidup ternyata telah mempengaruhi emosi dan mempengaruhi sistem energi kita.  Apakah anda merasa gugup ketika menghadapi situasi tertentu? Ini semua adalah pola  mental-emosional yang telah diinstal di bidang energi Anda. Ketika kita menerapkan Sei-He-Ki kepada seseorang, maka kita telah membantu orang untuk menyadari adanya tekanan emosi  dan pola mental-emosional yang terdapat pada dirinya dalam waktu yang lama. Kesadaran adalah senjata paling kuat dari semua

Dalam Reiki dan Pengobatan terhadap penyakit, penyakit fisik terjadi sebagai akibat dari masalah mental-emosional atau spiritual. Sehingga kita harus waspada terhadap masalah-masalah fisik yang muncul. Penggunaan Sei-He-Ki ini dapat melepaskan emosi dan pola mental yang menyebabkan terjadinya penyakit . Sebagai contoh orang yang mengalami sakit di leher akan sembuh dengan menceritakan tentang apa yang mereka tidak sukai, hal ini terjadi karena mereka tidak berani mengungkapkan apa yang tidak dia sukai. Sei-He-Ki juga dapat dipergunakan untuk mengobati kecanduan, phobia, pola perilaku, dll. Simbol ini dapat dipadukan dengan simbol Cho-Ku-Rei. Dengan demikian anda akan mampu melindungi dan meningkatkan getaran energi Anda.

06/10/11

Reiki Simbol : Eksistensi Simbol Hon Sha Ze Sho Nen (HSZSN)

Posting kali ini akan membahas tingkat eksistensi dari simbol Hon Sha Ze Sho Nen. Hon Sha Ze Sho Nen membuat hubungan antara Roh dan Tubuh, surga dan bumi, dan karena itu symbol ini dikenal sebagai 'Bridge'(jembatan/penghubung). Dengan menggunakan symbol ini ibarat sedang melalukan perjalanan melalui waktu dan ruang untuk memenuhi fungsi, sehingga simbol ini juga dikenal sebagai Simbol Jarak. Dengan penggunaan symbol ini, Anda dapat menyembuhkan orang seakan hadir di dekat orang yang disembuhkan atau mengirim energi untuk suatu situasi atau hubungan.  
Dengan symbol ini Anda juga dapat mengobati penyebab yang berakar di masa lalu dan dapat mengubah pola pikir (penyembuhan mental), sehingga symbol ini bisa dinamakan symbol yang sempurna. Hon Sha Ze Sho Nen menghubungkan diri Anda lebih tinggi dengan diri yang lebih tinggi dari yang Anda kirim energi; "Yang Ilahi dalam diri saya menyapa dan menghormati Ilahi di dalam kamu 'dan ini benar-benar adalah pendekatan terbaik yang bisa kita ambil untuk sesama kita.

HON = Roh, Source, Asal, Universe, Kekuatan Pikiran
SHA
  = Pikiran, kekuatan Otak, Kecerdasan, Kesadaran
ZE
     = Ruang, Jadilah, Menjadi, Lubang, Jadilah Hidup, Jadilah Hadir
Sho
    = Perasaan, Emosi, Sensation, Jauh, persepsi
Nen
   = Kesadaran, Tubuh, Perhatian, Absen, Realisasi

Arti, Makna dan Penggunaan Simbol  Hon-Sha-Ze-Sho-Nen

  1. Hon-Sha-Ze-Sho-Nen adalah simbol Penyembuhan Jauh.
  2. Hon-Sha-Ze-Sho-Nen berarti "Tidak ada masa lalu, tidak sekarang, dan masa depan".
  3. HSZSN berarti Kebebasan dari delusi, keterbatasan dan Karma.
  4. Untuk setiap pasangan yang berencana untuk memiliki anak, penting bagi mereka untuk attunment setidaknya reiki level 2 dan belajar bagaimana menggunakan HSZSN.
  5. Anda dapat mengirim penyembuhan kepada anak Anda yang belum lahir di masa lalu sampai Anda siap untuk hamil dan mengirim penyembuhan untuk masa depan ketika Anda berniat untuk hamil.
  6. Anda dapat memutuskan di mana tahun Anda ingin hamil dan kemudian mengirim penyembuhan kepada anak Anda dalam tahun itu atau kemudian untuk dilahirkan.
  7. Dengan HSZSN, CKR, SHK, dan HSZSN Anda sehari-hari dapat memberikan healing selama 10 menit untuk bayi Anda selama kehamilan.
  8. Sang ayah dapat mengirim penyembuhan reiki untuk ibu dan bayi dari tempat manapun di dunia jika dia tidak hadir di sisi istrinya pada saat pengiriman.
  9. Jika bayi harus tinggal di inkubator baik ayah dan ibu dapat mengirim penyembuhan jarak jauh untuk bayi mereka.
  10. Dapat digunakan dalam setiap sesi penyembuhan dari aspek masa lalu dan masa depan masalah disembuhkan.
  11. Hon-Sha-Ze-Sho-Nen digunakan untuk mengirim Reiki kepada orang lain di kejauhan.
  12. Dengan Hon-Sha-Ze-Sho-Nen Anda dapat mengirim penyembuhan dan attunement untuk siapapun di dunia ini meski berbeda tempat di dunia dan zona waktu.
  13. Hon-Sha-Ze-Sho-Nen merupakan symbol Penyembuhan Jarak Jauh Reiki Usui. Simbol ini diajarkan di reiki level 2.
  14. Ketika Hon-Sha-Zee-Show-Nen diucapkan, maka energi akan bergerak tanpa hambatan melalui ruang dan waktu. Hal ini paling sering digunakan dalam penyembuhan jauh dan penyelarasan.
  15. Penggunaan gambar maupun deskripsi obyek merupakan ide baik ketika mengirim penyembuhan atau attunement jarak jauh. 
  16. Hon-Sha-Ze-Sho-Nen menghubungkan antara Gambar orang (terbaik) atau Nama dan deskripsi dengan orang/ obyek  yang dituju. 
  17. Niat sangat penting bagi pengirim dan penerima.
  18. Hon-Sha-Ze-Sho-Nen membantu Anda memahami bahwa waktu itu hanya ilusi.
Demikian posting kali ini mengenai salah satu simbol reiki, semoga posting ini bermanfaat bagi Anda. 


Pustaka : http://www.reiki-pregnancy.com