Pemenang Adalah...

Pemenang sejati adalah berani gagal, berarti berani belajar. Berani untuk mendapatkan kemenangan, juga berani hadapi kegagalan sebagai pembelajaran. Hanya mereka yang berani gagal yang dapat meraih keberhasilan.

Seputar Cinta

Jika rasa cinta terbalas, maka bersyukurlah karena Tuhan telah memberikan hidup lebih berharga dengan belas Kasih-Nya. Jika sebaliknya, maka bersabarlah karena Tuhan sudah mempersiapkan yg lebih baik

Banyak Sahabat

Sahabat itu akan menyenangkanmu saat kamu galau, menghiburmu saat kamu sedih dan membelamu saat kamu terluka.

Seputar Persahabatan

Jangan mengabaikan dia yg peduli padamu, suatu hari kamu akan kehilangan dia hanya karena kamu terlalu sibuk dgn dia yg tak peduli.

Cinta Tak Butuh Alasan

Dan cinta itu memang tidak butuh alasan. Seperti semua orang tua yang mencintai anak-anaknya tanpa alasan.

03/03/09

Dhuha Sebagai Pembuka Aktivitas


Salah satu sholat sunnah yg dicontohkan Rasululloh SAW adalah sholat sunnah Dhuha. Bahkan beliau menjadikan sholat dhuha ini sebagai salah satu wasiat beliau, sebagaimana hadits berikut:
Abu Hurairah r.a. meriwayatkan: ” Kekasihku, Rasulullah SAW berwasiat kepadaku mengenai tiga hal :
a) agar aku berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan,
b) melakukan sholat dhuha dua raka’at dan
c) melakukan sholat witir sebelum tidur.” ( H.R. Bukhari & Muslim ).
Aku sendiri melakukan sholat dhuha, salah satunya untuk meluruskan niatku kuliah&bekerja, yakni menjadikan kuliah&kerja sebagai ibadah. Karena seringkali orang bekerja dg tujuan hanya mencari uang (duniawi) semata, sehingga melupakan aspek ibadah (akhirat).
Sementara itu, manfaat sholat dhuha sendiri, dari beberapa ustad, antara lain:
1. Agar dilapangkan dada dalam segala hal, terutama rejeki.
2. Ungkapan terimakasih kita kepada ALLOH SWT, atas nikmat sehat tubuh kita.
3. Pelindung kita untuk menangkal siksa api neraka di Hari Pembalasan (Kiamat) nanti.
4. Mendapat ganjaran surga, sesuai dengan hadits Rasululloh SAW,“Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha ( pintu dhuha ) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil,” Dimana orang yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha ? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.” ( H.R. at-Tabrani).
Waktu sholat dhuha sendiri, berdasarkan contoh Rasululloh SAW, berkisar sekitar pukul 7 pagi - 10 pagi. Dengan demikian, bisa dikatakan, sholat dhuha = sholat untuk ‘memulai’ aktivitas (sebelum berangkat bekerja).
Sementara jumlah raka’atnya, minimal 2 raka’at dan maksimal 12 raka’at. Sholat dhuha bisa dilakukan sebelum berangkat ke kantor, atau segera setelah tiba di kantor. Anda bisa pilih, mana kondisi yang cocok untuk anda.
Sedangkan untuk surat yg dibaca, aku senantiasa membaca Adh Dhuha(93) di raka’at pertama dan Al Ikhlas(112) di raka’at kedua, dengan alasan sebagai berikut:
1. Adh Dhuha = sesuai dengan sholat sunnah yg aku lakukan. Di samping itu, isi dari surat 93 ini ALLOH SWT akan memberi kecukupan kepada hamba2-Nya. Selain itu, surat ini juga mengingatakan kita agar tidak sewenang-wenang terhadap anak yatim, juga tidak menghardik orang yang meminta-minta (pengemis) kepada kita.
Justru pada surat ini, ALLOH SWT menyuruh kita agar berbagi rejeki yg telah diberikan-Nya, kepada orang lain yang membutuhkan.
2. Al Ikhlas = untuk memperkuat iman (tauhid), bahwa hanya ALLOH SWT yg berhak disembah. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan membaca Al Ikhlas, aku berharap agar jika maut menjemputku, maka iman tidak lepas dari qalbuku.
Jadi, jangan tunggu lagi…segera dirikan sholat dhuha!

02/03/09

Zikrul Maut

Mengingat mati dalam agama dikenal dengan istilah zikrul maut.Hidup di dunia ini hanyalah sementara,orang jawa mengistilahkan "mampir ngombe".Dalam kesementaraan ini,seringkali kita terlena,terlebih jika semua kebutuhan kita telah terpenuhi.
Kita merasa senang dan betah hidup di dunia,bahkan seolah kita merasa telah memiliki semuanya dan tak membutuhkan orang lain.Serasa dunia milik kita sendiri.
Tanpa kita sadari,kematian akan datang setiap saat,tanpa bisa kita duga sebelumnya.Firman Allah dalam surat Al A'raaf 43:"Dan setiap umat mempunyai batas waktu(ajal),maka apabila telah datang ajal mereka,maka mereka tak kan dapat mengundurkannya sesaatun, dan mereka tidak dapat pula memajukannya." Rasullullah SAW bersabda,"Perbanyaklah kalian mengingat mati,sebab seseorang hamba yang banyak mengingat mati,maka Allah akan menghidupkan hatinya, dan Allah akan meringankan baginya rasa sakit saat kematian."
Hal yang wajar jika ada orang terdekat kita meninggal kita bersedih,hal yang sangat manusiawi. Namun menjadi tidak wajar jika kematiannya kita ratapi,karena hal itu dilarang. Apabila kita bertemu dengan hal demikian,hendaknya kita iklhaskan,kita doakan supaya almarhum dilapangkan kuburnya serta mendapatkan ampunan dari Allah atas segala kesalahan yang telah dilakukan. Suatu saat kita akan menyusul. Maka,sebaiknya kita menjadikan kematian orang dekat kita sebagai cara agar kita dapat mempersiapkan diri dengan bekal amal ibadah untuk menghadainya.
Rasullullah pernah bersabda,bahwa orang yang cerdas adalah orang yang mengendalikan dirinya dan bekerja untuk kehidupan setelah kematian. Artinya,orang yang cerdas adalah orang yang paling banyak ingat mati dan paling mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah mati.
Dengan demikian cerdas tidak cukup hanya dengan mempunyai IQ tinggi,gelar,studi yang banyak,pangkat tinggi atau apapun. Orang cerdas akan selalu ingat mati,sebab dengan itu hatinya akan jadi lembut.
Rasullullah SAW mengatakan,zikrul maut adalah salah satu upaya menghidupkan hati kita. Dengan mengingat mati, kita cenderung berkonsentrasi kepada Allah untuk beribadah dan bertobat.Sehingga tidak ada lagi tujuan hidup di dunia kecuali beribadah. Dan tentu perjuangan yang dilakukan menghasilkan manfaat bagi diri,keluarga dan masyarakat.
Banyak jalan menuju maut,kita ta usah takut. Perasaan takut muncul dikarenakan berbagai kekurangan dan kesalahan yang pernah kita lakukan dalam hidup. Karena itu agar menjadi bekal di akhirat nanti,perbanyaklah amal ibadah selagi kita hidup.Jangan takut mati,semua orang akan mengalaminya,tak eduli anak-anak atau kakek-kakek,seorang jenderal atau pengemis. Semua akan mengalami tanpa terkecuali dan ajal tidak diawalkan atau diakhirkan. Semua akan tiba pada giliran masing-masing.

23/02/09

Benteng Vastenberg

Benteng Vastenberg adalah salah satu benteng peninggalan kolonial Belanda di Indonesia. Benteng di depan kompleks Keraton Surakarta ini semula difungsikan Belanda untuk mengawasi aktivitas Pangeran Diponegoro yang didukung oleh Raja Surakarta, Paku Buwono VI. Pada saat itu, Vastenberg juga menjadi awal kompleks hunian perkantoran, sekaligus pertahanan orang-orang Belanda di Surakarta.
Saat ini benteng tersebut milik perseorangan. Pada masa orde baru, benteng tersebut dialihkan kepemilikannya oleh pemerintah kota kepada Perusahaan Perseorangan kemudian dialihkan lagi kepada Pengusaha Swasta lainnya yang menguasai aset berharga tersebut hingga kini. Berpindah tangannya kepemilikan Benteng ini menjadi hal yang sangat memprihatinkan. Bahkan direncanakan kawasan tersebut akan dibangun sebuah sarana modern yang bersifat komersial publik, tanpa memperhatikan tata ruang kota dan segi historis keberadaan Benteng tersebut.
Namun menurut salah satu penguasa kota, penataan kawasan tersebut masih bersifat parsial, dan belum menjadi satu unity dalam konsep penataan kawasan. Di kawasan Gladag yang merupakan jantung kota Surakarta saja katanya, masih ada bangunan lama yang mengganggu, berupa benteng Vastenberg yang kini dikuasai sektor swasta. Setelah ditukar ganti pemerintah, kini kawasan tersebut tidak terawat dan mangkrak. Seharusnya bangunan kuno yang merupakan situs kebudayaan itu dapat dikonservasi, dipreservasi (dipelihara), dan direvitalisasi sehingga tidak kehilangan nilai historisnya. Karena merujuk pada UU yang mengatur cagar budaya, apabila investor penguasa Benteng peninggalan Belanda itu tidak merawat secara baik, maka dapat dituntut ke pengadilan, dan kemungkinan paling ekstrim akan dicabut kepemilikan haknya.
Karena itu dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah, investor (swasta) maupun masyarakat (stake holder) kota, untuk memelihara, melestarikan, dan membangun kawasan tersebut menjadi lebih baik lagi. Terintegrasinya ketiga unsur tersebut yang dapat diwujudkan dalam satu kajian yang nantinya diharapkan dapat membuka mata untuk bersama-sama mencari solusi agar masalah yang muncul seiring dengan issue-issue mengenai pembangunan sektor publik komersial di wilayah historikal ini dapat dipecahkan dengan baik, demi kepentingan bersama untuk pelestarian cagar budaya di kota Surakarta.
Dari pemberitaan yang ada, diketahui bahwa status kepemilikan Benteng Vastenburg saat ini beralih ke kepemilikan individual. Pemilik individual tersebut adalah Robby Sumampuw.

Sejarah Kepemilikan Benteng Vastenburg
Pada mulanya Benteng Vastenburg adalah benteng yang didirikan oleh kolonial Belanda sekitar tahun 1745 oleh Baron Van Imhoff. Pada tahun 1942 Belanda menyerah dan Benteng Vastenburg dimiliki oleh tentara Jepang yaitu T. Maze. Namun sekitar tahun 1945, pada saat RI merdeka, kepemilikan Benteng Vastenburg akhirnya jatuh ke tangan kedaulatan RI dan dimiliki oleh pihak sipil atau Pemkot, yang kemudian ditempati oleh Kostrad Brigif selaku Badan Pertahanan dan Keamanan RI hingga tahun 1986.
Pada tahun 1986, saat kepemimpinana walikota Surakarta Bapak Hartomo, Pak Hartomo mempunyai inisiatif untuk memindahkan Kompi Brigif Kostrad ke lahan yang lebih luas dan lebih layak unuk ditempati karena dirasakan mengganggu pemandangan kota Solo, apabila markas Brigif Kostrad tersebut terletak di tengah kota.
Berdasarkan SK walikota, akhirnya markas Brigif Kostrad dipindahkan. Dengan alasan tersebut, kemudian walikota Solo Bapak Hartomo berinisiatif bahwa tanah sekitar Bentang Vastenburg harus dikelola oleh investor swasta, karena Pemkot membutuhkan dana untuk pemindahan Brigif Kostrad. Akhirnya semenjak itu, kepemilikan Benteng Vastenburg jatuh ke tangan individu atau investor pada tahun 1992.
Terkait dengan status kepemilikan individu yang sekarang, berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak kraton ( Bapak Solehudin dan Bapak Bambang Ari W.) menyatakan bahwa pemilik individu Benteng Vastenburg setelah pemindahan Brigif jatuh pada tangan investor swasta yaitu Bapak Handoko pada tahun 1992. Saat ini Benteng Vastenburg sudah beralih kepemilikan, dan pemilik terakhir dari Benteng Vastenburg adalah Bapak Robby Sumampow.
Terkait dengan status kepemilikan Benteng Vastenburg, berdasarkan informasi yang diperoleh menyatakan bahwa investor hanya mempunyai Hak Guna Bangun(HGB) terhadap tanah sekitar Benteng Vastenburg. Para investor hanya diberi alokasi waktu selama 20 tahun untuk mengelola.

29/12/08

Menjadi Diri Kita Yang Baru Di Tahun Baru Hijriyah

Bertepatan dengan penanggalan masehi 29 Desember 2008, diperingati sebagai Tahun Baru 1430 Hijriyah. Pertama kali Tahun Baru Hijriyah ditetapkan Umar bin Khattab sebagai penanggalan umat Islam.

Ada hal yang menarik dikalangan masyarakat kita, masyarakat pada umumnya menjelang tahun baru, misalnya Tahun Baru Masehi, banyak melakukan kegiatan untuk menyambutnya. Kegiatan ini biasanya dan semoga tidak terlepas dari upaya introspeksi dan harapan-harapan (muhasabah). Kalau kita cermati “muhasabah” hampir mirip dengan “ujian”, jika ujian kita dievaluasi, diberi pertanyaan, soal-soal oleh orang lain atau melalui media apa saja kemudian kita bisa melihat hasil evaluasi kita.

Sedangkan muhasabah, kita sendiri yang mengevaluasi dan menguji diri kita, baik dan buruk nilainya hanya kita yang tahu. Tahun baru hijriyah adalah momentum yang sangat baik untuk melakukan koreksi diri dalam hal : AKIDAH, IBADAH, MUAMMALAH, AMALIAH, Introspeksi dilakukan tentunya berkaitan dengan perbuatan-perbuatan di tahun lalu, apakah keempat hal diatas kita laksanakan dengan baik, apakah semua perbuatan itu telah bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat atau justru merugikan orang lain. Jika masih banyak merugikan orang lain, tentunya akan diperbaiki pada tahun baru ini, supaya tahun yang akan datang lebih bermakna itulah harapan-harapannya.

Namun tidak sedikit pula masyarakat yang merayakan tahun baru hanya bertujuan ingin bersenang-senang. Memang akhirnya harus dikembalikan kepada kita sendiri baik pribadi maupun sebagai masyarakat sebagai pencipta budaya untuk memahami sebuah arti tahun baru.

Didalam tahun baru hijriah ini selayaknya, kita sebagai muslim yang taat, mengintrospeksi diri dengan semua apa-apa yang telah kita perbuat. Dan memilih semua bentuk amalan yang baik untuk tetap kita pertahankan dan kita tingkatkan porsi amalan yang baik untuk kita kerjakan. Dan meninggalakan semua perbuatan yang tidak bermanfaat, baik untuk diri kita ataupun orang sekitar kita.

amien..

sumbert :http://www.taktiku.com/2008/12/menjadi-diri-kita-yang-baru-di-tahun.html