Pemenang Adalah...

Pemenang sejati adalah berani gagal, berarti berani belajar. Berani untuk mendapatkan kemenangan, juga berani hadapi kegagalan sebagai pembelajaran. Hanya mereka yang berani gagal yang dapat meraih keberhasilan.

Seputar Cinta

Jika rasa cinta terbalas, maka bersyukurlah karena Tuhan telah memberikan hidup lebih berharga dengan belas Kasih-Nya. Jika sebaliknya, maka bersabarlah karena Tuhan sudah mempersiapkan yg lebih baik

Banyak Sahabat

Sahabat itu akan menyenangkanmu saat kamu galau, menghiburmu saat kamu sedih dan membelamu saat kamu terluka.

Seputar Persahabatan

Jangan mengabaikan dia yg peduli padamu, suatu hari kamu akan kehilangan dia hanya karena kamu terlalu sibuk dgn dia yg tak peduli.

Cinta Tak Butuh Alasan

Dan cinta itu memang tidak butuh alasan. Seperti semua orang tua yang mencintai anak-anaknya tanpa alasan.

06/04/12

Kehidupan Sosial Politik dan Pemerintahan Masyarakat Kota Ampenan

Gambaran tetang kehidupan sosial Politik dan pemerintahan masayrakat Ampenan dari pra Kolonial samapai masuk Imperalisme Belanda, Jepang dan masa kemerdekaan memiliki masa kejayaan dan pengalaman yang bersejarah tersendiri. Pengalaman itulah yang sekarang semakin memperkaya wawasan kehidupan kemasyarakat mereka hidup ditanah rantauan dengan mengadu nasib untuk cita-cita dan masa depan bagi harapan keluarga yang telah ditinggalkan oleh mereka sejak lampau.

1. Pengalaman masa sebelum dan sesudah Kolonial Belanda

Sebagai pengalaman Sejarah etnis-etnis yang bermukim di kota Ampenan, Misalnya masa penjajahan Belanda ibu kota Ampenan dijadikan sebagai kota Afdeeling Lombok dengan berdasarkan staatblad No. 181/1895 tanggal 31 Agustus 1895 bahwa Pulau Lombok ditempatkan langsung dengan pemerintahan Hindia Belanda sebagai bagian dari ke Residenan  Bali dan Lombok adan    dibagi menjadi wilayah/kompleks kecil seperti kompleks Pelabuhan, Perkantoran, komplek perdagangan, kompleks pemukiman dengan berdasarkan etnis masing-masing seperti yang pernah diuraikan di atas.

Pada tahun 1895 Belanda berkuasa mulai mempraktekan ajaran Colijn dengan semangat untuk menananmkan pada masyarakat Ampenan semangat sukuisme  yang paling ditonjolkan dan perbedaan agama (buku Integrasi Nasional dalam Pendekatan Budaya di Nusa Tenggara Barat, Depdikbud, 1996:52). Artinya menanamkan benih perpecahan dengan mempertajam politi adu domba sehingga akibatnya timbul rasa kebencian dari etnis-etnis. Timbul rasa kebencian dari etnis itu akan terjadi perpecahan (konflik) sehingga lebih muda Belanda memerintah mereka.

Dalam susunan pemerintahan diatur oleh Belanda dengan tidak berdasarkan wilayah atau komplek tinggal mereka akan tetapi berdasarkan etnis dengan berdasarkan kehendak Belanda atau pendudukung.    

Adanya pmindahan ibu kota pemerintahan dari Kota Ampenan ke Kota Mataram oleh Belanda, berarti kantor pemerintahan Asisten Keresidenan dan perumahan ikut juga pemindahan, sedangkan Kota Ampenan dijadikan sebagai kota pelabuhan sekaligus sebagai pusat kota perdagangan.

Pada masa pemerintahan Belanda jabatan Asisten Residen Kontrolir, InspekturPolisi, dan kepala Distrik dipegang jabatan oleh orang Belanda sedangkan jabatan Kepala Desa dipercayakan bangsa Bumi Putra (orang Lombok) yang merupakan jabatan paling rendah. Sedangkan kepal Desa dibantu oleh ”Kliang”  artinya Kepal Kampung (Kadus) sekarang   dan ”juruhwarah”  sebagai pembantu Kliang yang kan menyampaikan perintah langsung kepada rakyat apabila ada sesuatu yng berkaitan dengan Desa (rakyat) misalnya kegiatan gotongroyong infomasi penting dalam urusan pemerintahan. Selain itu dalam pengaturan dalam pemerintah desa terdapat juga untuk menjaga keamanan yaitu ”Langlang” yang akan bertanggungjawab terhadap keaman  Desa/kampung.

Kepala Desa, Kliang, Juruwarah, dan Langlang masa pemeritah Desa tidak mendapat gaji, mereka bekerja dengan suka rela. Akan tetapi mereka juga akan mendapat tanah pecatu (tanah bengkok) dan terbebas dari kerja Paksa/rodi, dan tidak dibebani dengan pajak.  

Pada masa Belanda juga para pegawai dengan memegang jabatan lebih banyak dari luar etnis Lombok, artinya etnis Jawa. Ada juga yang menjadi Guru, Perawat, dan menjadi pegawai rumah sakit. Sedangkan suku lain untuk menduduki jabatan dalam pemerintahan sangan kurang.

Untuk mendukung pemerintahan Belanda itu juga dalam pemindahan ibu Kota dari kota Ampenan ke kota Mataram sampai sekarang, pada tahun 1928 Belanda membangun Pusat tenaga Listrik yang diberi nama  ”Ebalom” yang artinya ”Electrich Bali en Lombok” yaitu tenaga Listrik untuk wilayah Bali-Lombok untuk menyediakan kebutuhan Belanda juga untuk pegawai-pegawai dan sebagaian penduduk yang terdiri dari wilayah Kota Ampenan, Mataram dan Cakranegara. Sedangkan pusat Ebalom yaitu PLN sekarang karena telah terjadi Nasionalisasi semua aset Belanda, sehingga menjadi Perusahaan Milik Negara. (Integrasi Indonesia: Pendekatan Budaya NTB, Depdikbud, 1996:55).

2. Pengalaman masa Pendudukan Jepang

Pada tanggal 8 Desmber 1941 Jepang kembali bangkit untuk menunjukkan kekuatan militer serta semangat Bushidonya membom Pearharbour di Hawai samudra pasifik dengan tujuan menghancurkan pangkalan militer Amerika agar tidak menjadi batu sanjung ketika Jepang melakukan ekspansi ke negara-negara Asia Pasifik. Selain itu juga Jepang menguasai Pangkalan Militer Amerika ke 2 di Filipina. Jendral Mech Acthur berhasil dihancurkan oleh Jepang. Dalam waktu lebih kurang 2 bulan Asia Pasifik jatuh ketangan Jepang, disamping itu keberhasilan Jepang menarik simpatik baga Asia Pasifik dengan slogan propagandanya yaitu Gerakan Tiga A dan Jepang sebagai Saudara Tua. Akibatnya

Negara-negara Asia Pasifik termasuk Indonesia dibawah pendudukan Jepang. (Indonesia Abad ke 20, Moedjanto G. Drs. MA, 1988:69). Berbagai wilayah indonesia termasuk Lombok menjadi jajahan Jepang. Akhirnya pada tanggal 8 Mei 1942 Angkatan Laut Jepang mendarat melalui pelabuhan Ampenan dengan menggantikan kedudukan Belanda. Akibatnya dalam proposi pemerintahan telah berubah termasuk pembagian wilayah di pulau Lombok terbagi menjadi tiga wilayah yaitu : pemerintahan Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Sedangkan wilayah ini pada masa Belanda disebut dengan pemerintaha  Kontrolir, sedangkan setelah dikuasai oleh pemeritahan Jepang menjadi Bun ken kanrikang. Kepala Distrik diganti menjadi  Gunco

Dan Kepala Desa menjadi Sunco. Sedangkan jawatan-jawatan lain yang penting adalah Kepolisian, urusan bahan makanan, dan urusan pemotongan hewan. Sejak masa pemerintahan Jepang kota Ampenan sepi kembali karena sistem pemerintahan lebih berorientasi ke Militerisme.  Pusat perdagangan kota Ampenan tidak lagi menjadi ramai, toko-toko kosong, gang-gang yang dekat dengan kepentingan Jepang diperlebar secara paksa.

Perhatian oleh Jepang kepada negara jajahan termasuk pembangunan kota Ampenan berbeda, Jepang membentuk kekuatan baik bersifat Diplomasi dan Militer seperti organisasi-organisasi Gerakan 3A, Fujinkai, Seinendan, sedangkan yang paling berperanan menentukan kakuatan pertahanan Jepang adalah Peta, Heiho, Keibodan. Organisasi ini diperalat oleh Jepang untuk menjadi alat perang. Pemuda-pemuda wajib Militer bagi yang berumur minimal 16 tahun, dengan tujuan untuk membantu jepang dalam perang Asia Timur raya melawan Sekutu. (Sejarah Revolusi Kemerdekaan 1945-1949 daerah NTB, Depdikbud, 1980 23-24).

 Suasana seputaran Kota Ampenan, Mataram, dan Cakranegara semakin genting dan sepi Jepang dengan kekauatan dan kekuasaan Militerisme semakin lama menimbulkan kebencian masyarakat. Larangan untuk berkumpul membicarakan politik, menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, berbahasa indonesia disekolah-sekolah, kegiatan beribadah sebagai masyarakat Sasak dan etnis pendatang bermayoritas Islam dibatasi dan diintimidasi oleh tentara Jepang. Kegiatan seni Budaya larangan, semakin lama masyarakat terus tertanam rasa kebencian ingin melakukan pemberontakan.

Pemberontakan ini awalnya melalui gerakan penghentian pengiriman bahan makanan kepada setiap kantong-kantong pemerintahan Jepang. Gerakan itu dipelopori di Lombok oleh Mamiq Padelah, Lalu Durahman, Lalu Srinata dan lainnya agar masyarakat sadar bahwa pemerintahan Militer Jepang lebih mengutamakanan urusan dan kepentingan sendiri dari pada untuk kepentingan bangsa koloninya. (Sejarah Revolusi Kemerdekaan 1945-1949 daerah NTB, Depdikbud, 1980 23).

Kekuatan gelombang serang sekutu semakin dahsat dan Militer Jepang semakinkehilangan kepercayaan, maka Jepang menjanjikan pada bangsa Indonesia apabila membantu Jepang dalam perang Asia Timur Raya melawan Sekutu maka Indonesia akan diberikan Kemerdekaan.

Taktik, strategi dan kelicikan Jepang sudah diketahui oleh penduduk Indonesia termasuk di Lombok, maka ucapan Jepang tidak diperhatikan, semua yang berurusan dengan kepentingan dan kebutuhan Jepang diabaikan oleh masyarakat Lombok pada umumnya.

Waktu yang telah dinantikan telah tiba saatnya yaitu tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 Naga Saki dan Hirosima di Bom oleh Sekutu dan akibatnya Jepang dengan Kaisar Hirohito menyatakan Menyerah tanpa sarat. Akhirnya Sekutu mengambil alih kekuasaan untuk mengamankan situasi bekas penjajahan Jepang dan mengembalikan tentara Jepang ke negaranya.

Akhir tahun 1945 Jepang meninggalkan Kota Ampenan, sejak itu kota Ampenan kembali berfungsi dan peranan pelabuhan mulai berangsur-angsur ramai kembali, kegiatan perdagangan mulai aktif. Para pedagang melakukan fungsinya, para buruh, tenaga kerja, kapal-kapal dagang kembali beraktivitas kembali yang sekian lamanya mereka telah tercekam oleh rasa ketakutan dan kekerasaan dari pemerintahan Jepang.

Kegiatan transportasi melalui darat kedaerah lombok Tengah, Lombok Timur, dan kepulau Sumbawa aktif kembali. Pola perbaikan pemerintahan mulai tertata kembali karena gelombang kekuatan Nasionalisme para pemuda dan tokoh, yaitu Bung Karno dan Hatta bersama dengan pemuda mencanangkan Proklamasi denga tujuan agar terbebas dar belenggu penjajah yang sudah berpuluh-puluh tahun lamanya. Deklarasi Of Independen tidak dapat dihindari lagi peluang kekosongan kekuasaan dan semangat kebangsaan dimanfaatkan oleh mereka untuk memproklamasikan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 (Sudah diuraikan pada bab III).

Setelah Kemerdekaan dicapai, maka status pemerintahan yang dulu warisan belanda yaitu kegiatan pemerinahan dikembalikan lagi ke Mataram, sedangkan kota Ampenan tetap menjadi kota perdagangan. Akan tetapi pelabuhan Ampenan juga mulai berpindah ke pelabuhan Lembar karena semakin meningkatnya arus transportasi darat lebih cepat. Akibatnya semakin lama kota pelabuhan Ampenan semakin sepi dan kegiatan perdagangan pun  menurun, karena di Cakranegara telah dibuka juga pertokoan-pertokoan, akibatnya konsumen sesuai dengan perkembangan tata kota lebih banyak membeli kebutuhannya di Cakranegara.

Wilayah dan perkampungan yang dihuni oleh berbagai etnis dibagi menjadi tiga kelurahan yaitu kelurahan Ampenan Utara, Kelurahan Ampenan Tengah, dan Kelurahan Ampenan Selatan, yang sampai sekarang menjadi pertumbuhan dan perkembangan pemekaran wilayah disetiap sudut kota Mataram.

 

Artikel Ini sudah diterbitkan di Jurnal Penelitian Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bali, NTB, NTT

18/01/12

Edukasi Bagi Masyarakat "Berbohong dan Menjadi Kaya" -

Tidak dipungkiri lagi bahwa perkembangan kebutuhan manusia setiap harinya semakin meningkat dan apabila di sejajarkan dengan nilai tukar mata uang, maka setiap hari terjadi penurunan nilai mata uang dalam usahanya mencukupi kebutuhan manusia, khususnya di Indonesia. Benar begitu??? he..he..silakan anda berhitung sendiri, jika tidak sependapat dengan saya juga bleh kok ^_^.
 
Berbagai usaha manusia dilakukan guna mencukupi kebutuhan dasarnya bahkan untuk mencukupi kebutuhan tambahannya. Perkembangan ilmu dan teknologi mendorong serta "mempermudah" manusia dalam usahanya tersebut.
 
Penggabungan metode marketing dengan NLP misalnya, adalah bentuk pemanfaatan iptek dalam rangka usaha manusia mencukupi kebutuhannya. Dua hal yang berbeda yang seolah digabungkan menjadi satu. Hati-hati dengan metode ini, karena jika salah memahaminya maka sebenarnya akan merugikan. 
 
Dalam posting ini saya akan berbagi links mengenai e-book yang berjudul "Berbohong dan menjadi Kaya" E-book ini merupakan buku karangan Alwie Lau buku ini ditulis untuk tujuan edukasi ter­hadap masyarakat akan bahaya penipuan. Buku ini berisi berbagai cerita dan skenario penipuan konsumen. Sejumlah skenario adalah jelas­ - jelas penipuan, sebagian lainnya lagi adalah skenario atau tindakan yang masih dalam wilayah "abu-abu"(secara hukum memang legal, tetepi secara etika pantas duhan ipertanyakan).
 
Dalam buku ini dibahas mengenai dunia telemarketing dan berbagai investasi palsu, skema ponzi, pyramid game/networking, seminar rahasia menjadi kaya dan beberapa hal lagi. Untuk lebih detailnya silakan di baca sendiri saja yach ^_^.
 
Dengan postingan ini, harapan saya adalah, supaya pembaca lebih "dewasa" dalam memilih investasi maupun melakukan investasi dengan tidak menggunakan cara-cara yang tidak baik secara etika. Silakan bagi anda yang berminat bisa diunduh e-booknya disini.

15/01/12

Angry Birds

Angry birds merupakan game yang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat, baik tua ataupun muda semua pasti mengenal game ini. Angry birds bisa menjadi game yang sangat populer seperti saat ini dikarenakan cara memainkannya yang tidak sulit, serta karakter burung yang ditampilkan sangat lucu, unik, dan bikin gemes.

Pengembangan Angry Birds dimulai pada Maret 2009. Setelah penciptaan sukses dari tim pengembangan Rovio, mereka merilis game tersebut pada bulan Desember 2009 dan selanjutnya adalah sejarah. Angry Birds menjadi adalah aplikasi permainan di Finlandia nomor satu. Lalu game 'Burung Marah' ini melanjutkan ekspansinya ke Amerika Serikat (AS) dan Inggris dimana Apple adalah kunci untuk membuat semuanya terjadi.

Menguasai  game ini bukanlah tugas yang mudah meskipun; mencetak 3 bintang di setiap tingkatan, menemukan semua telur emas, memukul struktur tepat . Angry Birds pun cepat berubah dari gane "sederhana dan mudah" menjadi game sangat menantang dan kadang-kadang bahkan membuat frustasi!.

Penasaran dengan game ini?? dan ingin memainkannya ??? silakan unduh disini dan instal di komputer anda. 


Untuk membantu download lebih cepat dan stabil silakan tambahkan program downloader pada komputer anda. Program downloader ini sudah dilengkapi dengan crack sehingga tidak akan terblokir saat anda terhubung dengan internet. Untuk unduh program downloader silakan klik disini. Semoga bermanfaat.

13/01/12

Konsep Partisipasi Masyarakat


Perkataan Partisipasi berasal dari perkataan Inggris “to participate” yang mengandung pengertian “ to make part” yang dalam bahasa Indonesia berarti mengambil bagian.Sedangkan paricipation berarti “the act participating”.( John M.Echols dan Hasan Shadily,  1995;419)

Seseorang dikatakan berpartisipasi terhadap sesuatu usaha atau organisasi apabila secara sadar ia ikut aktif mengambil bagian di dalam kegiatan-kegiatan dari usaha tersebut.

Keith Davis mendefinisikan partisipasi sebagai berikut ;
“….mental and emotional involment of person group situation whinch enccurages responsibility in them…”
(penyertaan mental dan emosi di dalam suatu kelompok yang mendorong mereka untuk menyumbangkan daya pikiran dan perasaan  mereka bagi tercapainya tujuan organisasi tersebut.) (Keith Davis, 1990 : 24).

Dari definisi tersebut partisipasi megandung pengertian :
a. Adanya penyertaan mental dan emosi. Di dalam partisipasi dituntut lebih daripada sekedar penyertaan fisik. Partisipasi merupakan proses penyertaan pikiran dan perasaannya dalam dinamika oraganisasi terutama dalam proses pembuatan keputusan.
b. Partisipasi merupakan sarana bagi pengembangan diri para bawahan. Mereka diberi kesempatan mengutarakan pendapat sebagai subyek bukan sekedar obyek dalam pengambilan keputusan.
c. Partisipasi merupakan sarana untuk menumbuhkan dan mempertebal rasa “ikut memiliki” di kalangan bawahan. Bawahan berperan di dalam setiap pengambilan keputusan merasa bahwa baik buruknya keputusan yang diambil, mereka ikut bertanggung jawab karena pada hakekatnya mereka sendiri yang memutuskan.

Menurut Moeljarto Tjokrowinoto, partisipasi adalah ;
Penyertaan mental dan emosi seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorong mereka untuk menyumbang ide, pikiran dan perasaan bagi terciptanya tujuan bersama-sama bertanggung jawab terhadap tujuan tertentu” (Moeljarto Tjokrowinoto, 1978 :29)
Moeljarto lebih menitik beratkan pada emosi seseorang dan agaknya kurang memperhatikan segi fisik. Hal ini mungkin belum tentu dapat berlaku bagi kelompok yang berorientasi pada pemimpin. 

Koentjoroningrat berpendapat ;
“Partisipasi berarti frekuensi tinggi sertanya rakyat dalam aktivitas-aktivitas bersama. “ (Koentjoroningrat, 1981;79).

Dengan berbagai definisi tentang partisipasi maka dapatlah ditarik suatu kesimpulan bahwa partisipasi masyarakat adalah keterlibatan mental dan emosi serta fisik seseorang atau kelompok masyarakat dalam usaha untuk mencapai tujuan tertentu dengan cara merencanakan, melaksanakan, menggunakan dan disertai tanggung jawab.

Cara pandangan mengenai partisipasi masyarakat dalam suatu kegiatan sangat kompleks. Dusseldorp,  membuat klasifikasi mengenai partisipasi berdasarkan tipe partisipasi. Dalam dalam hal ini, partisipasi  diklasifikasikan menjadi 9 point partisipasi , klasifikasinya tersebut adalah sebagai berikut ;
1)   Partisipasi berdasarkan pada derajat kesukarelaan;
Partisipasi berdasarkan derajat kesukarelaan terbagi menjadi dua yaitu partisipasi bebas dan partisipasi terpaksa. Partisipasi bebas terjadi bila seorang individu melibatkan diri secara sukarela di dalam suatu kegiatan partisipatif tertentu. Sedangkan partisipasi terpaksa terjadi karena dipaksa melalui aturan hukum atau karena kondisi sosial ekonomi.

2) Partisipasi berdasarkan pada cara keterlibatan;
Dalam klasifikasi ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu partisipasi lansung dan partisipasi tidak langsung. Partisipasi lansung terjadi bila diri orang itu menampilkan kegiatan tertentu didalam proses partisipasi. Misalnya mengambil peranan di dalam pertemuan-pertemuan, turut berdiskusi., menyumbang tenaganya. Sedangkan partisipasi tidak langsung terjadi bila diri seseorang mendelegasikan hak partisipasinya.

3) Partisipasi berdasarkan pada keterlibatan dalam berbagai tahap dalam proses pembangunan;
Menurut penggolongan ini ada 6 langkah yaitu (a) perumusan tujuan,(b) penelitian, (c) persiapan rencana,(d) penerimaan rencana,(e) pelaksanaan,(f) penilaian. Ada dua kategori dalam penggolongan ini yaitu partisipasi lengkap bila seseorang baik secara langsung maupun tidak langsung terlibat di dalam seluruh enam tahap proses perencanaan, sedangkan yang kedua yaitu partisipasi sebagian bila seseorang baik secara langsung maupun tidak langsung tidak terlibat di dalam seluruh enam tahap proses perencanaan. Denga kata lain orang masih dianggap berpartisipasi sebagian bila hanya terlibat 5 tahap.

4)   Partisipasi berdasarkan pada pada tingkatan organisasi;
Dalam penggolongan partisipasi berdasarkan tingkatan organisasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu partisipasi yang terorgaisasi dan partisipasi yang tidak terorganisasi.

5) Partisipasi berdasarkan pada intensitas dan frekuensi kegiatan ;
Partisipasi intensif terjadi bila ada frekuensi aktivitas yang sangat tinggi. Sedangkan partisipasi ekstensif terjadi bila pertemuan-pertemuan diselenggarakan secara tidak teratur.

6)   Partisipasi berdasarkan pada lingkup liputan kegiatan ;
Penggolongan partisipasi ini ada dua yaitu partisipasi tak terbatas dan partisipasi terbatas. Partisipasi tak terbatas bila seluruh kekuatan yang mempengaruhi komunitas tertentu diawasi oleh dan dijadikan sasaran kegiatan yang membutuhkan partisipasi anggota komunitas itu. Sedangkan partisipasi terbatas terjadi bila hanya sebagian kegiatan soial, politik, administratif, dan lingkungan fisik yang dapat dipengaruhi melalui kegiatan partisipatif.

 7) Partisipasi berdasarkan pada pada efektifitas;
Secara ekstrim berdasarkan tingkat efektifitasnya partisipasi dibedakan menjadi dua yaitu partisipasi efektif dan partisipasi tidak efekfektif. Partisipasi efektif yaitu kegiatan-kegiatan partisipatif yang telah menghasilkan perwujudan seluruh tujuan yang mengusahakan aktivitas partisipasi. Partisipasi tidak efektif terjadi bila tidak satupun atau sebagian kecil saja dari tujuan-tujuan aktivitas partisipasi yang dicanangkan terwujud.

8) Partisipasi pada siapa yang terlibat
Berdasarkan penggolongan ini orang yang dapat berpartisipasi dapat dibedakan sebagai berikut:
a)  anggota masyarakat setempat
b)  Pegawai pemerintah
c)  Orang-orang luar
d)  Wakil-wakil masyarakat yang terpilih.

9) Partisipasi berdasarkan pada gaya partisipasi.
Berdasarkan gaya partisipasi ini dibedakan menjadi tiga yakni (a) pembangunan lokalitas, (b) perencanaan sosial, dan (c) aksi sosial. Model Pembangunan lokalitas dilaksanakan dengan cara melibatkan orang-orang didalam pembangunan mereka sendiri dan dengan cara ini dapat menumbuhkan energi sosial yang dapat mengarah pada kegiatan menolong diri sendiri. Model Perencanaan Sosial, tujuan utama melibatkan orang–orang adalah untuk mencocokkan sebesar mungkin terhadap kebutuhan yang dirasakan dan membuat program lebih efektif. Sedang tujuan utama model aksi sosial adalah memindahkan hubungan –hubungan kekuasaan dan pencapaian terhadp sumber-sumber.Perhatian utma ada satu bagian dari masyarakat yang kurang beruntung. (Dusseldorp, dalam Slamet 1994)
Dengan Demikian partisipasi masyarakat, di artikan sebagai keterlibatan mental dan emosi serta fisik seseorang atau kelompok masyarakat secara saar dalam usaha untuk mencpai tujuan tertentu dengan cara merencanakan, melaksanakan serta menggunakan dan disertai tangung jawab.