Pemenang Adalah...

Pemenang sejati adalah berani gagal, berarti berani belajar. Berani untuk mendapatkan kemenangan, juga berani hadapi kegagalan sebagai pembelajaran. Hanya mereka yang berani gagal yang dapat meraih keberhasilan.

Seputar Cinta

Jika rasa cinta terbalas, maka bersyukurlah karena Tuhan telah memberikan hidup lebih berharga dengan belas Kasih-Nya. Jika sebaliknya, maka bersabarlah karena Tuhan sudah mempersiapkan yg lebih baik

Banyak Sahabat

Sahabat itu akan menyenangkanmu saat kamu galau, menghiburmu saat kamu sedih dan membelamu saat kamu terluka.

Seputar Persahabatan

Jangan mengabaikan dia yg peduli padamu, suatu hari kamu akan kehilangan dia hanya karena kamu terlalu sibuk dgn dia yg tak peduli.

Cinta Tak Butuh Alasan

Dan cinta itu memang tidak butuh alasan. Seperti semua orang tua yang mencintai anak-anaknya tanpa alasan.

06/07/11

Strategi Pemasaran (Sebuah Pemahaman Singkat)

Pengertian Pemasaran 
Pemasaran mengandung pengertian yang lebih luas dari sekedar penjualan dan periklanan. Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain (Tjiptono, 2002). Definisi ini berdasarkan pada konsep inti, yaitu: kebutuhan, keinginan dan permintaan; produk, nilai, biaya dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan; pasar, pemasaran dan pemasar.
Adapun tujuan pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya. Idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga yang tinggal hanyalah bagaimana membuat produknya tersedia. Sedangkan proses pemasaran terdiri dari analisa peluang pasar, meneliti dan memilih pasar sasaran, merancang strategi pemasaran, merancang program pemasaran, dan mengorganisir, melaksanakan serta mengawasi usaha pemasaran.
Theodore Levit dalam Kotler (2002) memberikan perbedaan permikiran yang kontras antara penjualan dan pemasaran: “Penjualan berfokus pada kebutuhan penjual, pemasaran berfokus pada kebutuhan membeli penjualan, memberi perhatian pada kebutuhan penjual untuk mengubah produknya menjadi uang tunai, pemasaran mempunyai gagasan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan lewat sarana sarana produk don keseluruhan kelompok barang yang dihubungkan dengan hal menciptakan, menyerahkan dan akhirnya mengkonsumsi.
Dari definisi di atas menunjukkan bahwa pemasaran merupakan serangkaian prinsip untuk memilih pasar sasaran (target market), mengevaluasi kebutuhan konsumen, mengembangkan barang dan jasa, pemuas keinginan, memberikan nilai kepada konsumen dan laba bagi perusahaan. Pemasaran merupakan konsep kunci keberhasilan suatu bisnis dimana pemasaran dengan memperhatikan keinginan dan kebutuhan pemenuhan pelanggan untuk tercapainya, kepuasan memberi dampak positif bagi perusahaan, di era persaingan bisnis yang begitu canggih dewasa ini.
Pemasaran merupakan salah satu bidang fungsional yang sangat penting dalam suatu organisasi bisnis sebagai penunjang utama, bagi kelangsungan hidup operasional suatu dunia usaha. Pemahaman pemasaran bagi pihak pemasaran sangat penting dalam rangka pengenalan kebutuhan dan keinginan pelanggan, penentuan pasar sasaran mana yang dapat dilayani dengan sebaik-baiknya oleh perusahaan, serta merancang produk, jasa dan program yang tepat untuk melayani pasar tersebut.

Strategi Pemasaran
Menurut Hadi Sugito (2008) strategi pemasaran adalah serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran adalah :
1. Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat
2. Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.

Strategi dan kiat pemasaran bila ditinjau dari sudut pandang penjual meliputi 4P, yaitu:
1. Tempat yang strategis (place)
2. Produk yang bermutu (product)
3. Harga yang kompetitif (price)
4. Promosi yang gencar (promotion).

Sedangkan bila ditinjau dari sudut pandang konsumen, meliputi 4C, yaitu:
1. Kebutuhan dan keinginan pelanggan (customer needs and wants)
2. Biaya pelanggan (cost to the customer),
3. Kenyamanan (convenience)
4. Komunikasi (comunication).

Tujuan akhir dan konsep, kiat dan strategi pemasaran adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya (“total Customer Statisfaction”). Kepuasan pelanggan sepenuhnya bukan berarti memberikan kepada apa yang menurut kita keinginan dari mereka, tetapi apa yang sesungguhnya mereka inginkan serta kapan dan bagaimana mereka inginkan. Atau secara singkat adalah memenuhi kebutuhan pelanggan (Hadi Sugito, 2008).
Kepuasan konsumen sepenuhnya dapat dibedakan pada tiga tingkatan, yaitu: 
1.      Memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar konsumen, contoh : Wiraniaga toko daging A menunjukan jenis daging yang dibutuhkan seseorang konsumen. Ia menanyakan beberapa kg diperlukan, kemudian ditimbang dan dibungkus.
2.      Memenuhi harapan konsumen dengan cara yang dapat membuat mereka akan kembali lagi. Contoh : Wiraniaga toko daging B menunjukan jenis daging yang dibutuhkan seorang konsumen. Ia menunjukan jenis daging apa yang diperlukan (disesuaikan dengan masakannya), yang sudah di “dikemas” atau tidak (dijelaskan keuntungannya), kemudian di timbang diberi es dan dibungkus.
3.      Melakukan lebih daripada apa yang diharapkan konsumen. Contoh : Wiraniaga toko daging C (selain seperti di toko daging B), juga dijelaskan berbagai hal tentang kualitas daging dan perbedaan dari masing-masing jenis daging, jenis kemasan (vacum atau tidak dan selain itu diberikan alternatif daging dari industri yang lain (setengah atau sudah matang). Setelah itu ditimbang, diberi es, dibungkus dan diserahkan sambil tersenyum serta mengucapkan terima kasih.
Dari ketiga tingkatan diatas, keberhasilan strategi pemasaran dapat dicapai apabila sudah mencapai ke tingkatan 3, yaitu yang paling memberikan kepuasan kepada konsumen (Hadi Sugito, 2008).

Pustaka
Hadi Sugito, (2008) , Strategi Pemasaran dan Pengendalian Mutu Produk , Pusat Pengembangan Bisnis & Manajemen (P2BM) RIAU

Kotler, Philip (2002), Manajemen Pemasaran, Jilid I, Edisi Milenium, PT. Prebalindo, Jakarta.

Tjiptono, Fandy (2001). Prinsip-prinsip Total Quality Servicesm Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Andi, Yogyakarta.

27/06/11

Layar Sentuh

Perkembangan teknologi dewasa ini menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, sehingga dulu tergolong mewah, saat ini sudah bias dinikmati oleh semua lapisan social masyarakat. Akhir-akhir ini sedang marak munculnya berbagai gadget yang menggunakan layar sentuh, mulai dari monitor hingga handphone.
Jika kita ingin membeli suatu gadget yang menggunakan teknologi layar sentuh, pastikan terlebih dahulu spesifikasinya. Ada dua macam teknologi layar sentuh, yaitu capacitive dan resistive. Pertanyaannya adalah apakah perbedaan kedua teknologi tersebut?


Teknologi resistive menggunakan metode perubahan resistansi. Touchscreen ini dibentuk oleh dua buah layer yang terpisah oleh gap yang sempit. Ketika sebuah objek menyentuh layer paling atas, maka layer tersebut akan tertekan sehingga akan terhubung dengan layer dibawahnya. Hal itu mengkibatkan perubahan resistansi yang kemudian menyebabkan perubahan tegangan pada output.

Teknologi capacitive menggunakan metode perubahan kapasitif. Touchsreen ini terdiri dari insulator seperti kaca yang dilapisi dengan tarnsparent conductor. Ketika jari manusia menyentuh permukaan kaca, maka akan terjadi perubahan medan elektrostatik yang dapat diukur sebagai perubahan kapasitansi ( prinsip kapasitor berawal dari medan listrik ).

Teknologi resistif lebih mudah diproduksi dan lebih murah. Namun tidak mendukung multi-touch. Teknologi ini juga akan mengalami distorsi seiring waktu dimana harus diadakan kalibrasi.
Berbeda dengan teknologi kapasitif, teknologi ini lebih teliti dan lebih halus. teknologi ini hanya menerima input dari bagian tubuh manusia (karena bersifat kontuktor ), jadi ketika sebuah benda mati menyentuh layar, maka tidak akan diproses oleh kontroler. Teknologi ini juga mendukung multitouch sehingga lebih populer digunakan pada gadget terbaru. Namun teknologi ini lebih mahal sehingga gadget yang menggunakan teknologi ini juga akan lebih mahal. Kekurangan yang lain adalah, gadget ini tidak optimal digunakan di daerah yang dingin karena mengurangi efek elektrostatik pada tubuh manusia. Juga akan memberikan kesulitan bagi user dengan kuku panjang dan untuk mengoperasikannya tidak boleh memakai sarung tangan.

Semoga info ini bermanfaat bagi anda. 


25/06/11

Tips Dalam Melakukan Penelitian

Tips Melakukan Observasi
  1. Gunakan pancaidera ada semaksimalkan mungkin, khususnya  untuk melihat dan mendengar peristiwa yang sedang anda amati
  2. Konsentrasikan amatan anda dalam melihat pola, kebiasaan dan gaya aktor sosial yang sedang anda observasi (teliti)
  3. Usahakanlah menyatu (beradaptasi) dengan situasi lingkungan dan aktor sosial yang sedang anda teliti.
  4. Hindari sikap atau tindakan yang dapat membuat (kelompok) sasaran yang diteliti curiga dan merasa terganggu dengan kehadiran anda
  5. Segera catat/tulis peristiwa penting yang sedang anda amati guna menghindari pengerosian ingatan atas peristiwa
   
         Tips Memilih Responden/Informan :
  1. Enkulturasi penuh : menemukan informan yang tahu dengan budayanya sendiri dengan baik, atau permasalahan komunitasnya dengan baik
  2. Keterlibatan secara langsung: teerlibat dengan peristiwa, posisinya sebagai sumber pertama.
  3. Memiliki waktu untuk diwawancarai
  4. Mampu mengartikulasikan pengalaman, pengamatan dan peristiwa yang dialaminya.
  5. Hindari informan yang suka merayu peneliti untuk tujuan yang negatif

    Tips Melakukan Wawancara :
  1. Sapaan; perlu menyapa responden dengan sejuk, ramah dan penuh keakraban
  2. Tidak ada tujuan eksplisit. Jangan menyampaikan apa yang hendak diinginkan atas responden, guna menghindari adanya komunikasi yang kaku.
  3. Menghindari pengulangan. Jangan ada kalimat yang diulang-ulang sampai membuat bosan responden
  4. Mengajukan pertanyaan. Ajukan pertanyaan mulai dari kisah pribadi informan, pekerjaan yang dilakukan, pengalaman, dll.(Alangkah lebih baik sebelumnya menyiapkan interview guide)
  5. Menunjukkan minat. Tunjukkan bahwa anda menaruh minat atas masalah yang ditanyakan (diteliti)
  1. Menunjukkan ketidaktahuan: Jangan sok tahu, atau menggurui yang membuat responden males atau enggan bercerita banyak. Memancing dan berpura-pura tidak tahu dapat membuat responden care dan bercerita banyak
  2. Bergiliran: jangan memotong penjelasan responden.kalau berkelompok aturlah waktu berbicara agar tidak rebutan untuk berbicara.
  1. Penyingkatan: Gunakan kalimat yang singkat, padat dan tidak bertele-tele
  2. Waktu sela. Cari waktu yang luang bagi untuk diwawancarai. Jangan menggunakan waktu kesibukan responden. Kalau perlu atur janji untuk bertemu.
  3. Penutupan: akhir wawancara atau percakapan perlu ditutup dengan dengan bahasa penuh persahabatan, dan keakraban.

     Tips Membuat Laporan
  1. Jangan menunda untuk menulis hasil wawancara lebih dari sehari
  2. Tulislah hasil observasi tanpa menunda waktu karena bila ditunda peristiwa yang diamati akan dapat bergeser konteks, makna sehingga membuat peneliti kehilangan konsentrasi
  3. Klasifikasikan dan kategorikan data-data yang terkumpul sejenis, lihat mana saja wawancara yang kurang tajam hasilnya sehingga perlu ditanyakan lagi.
  4. Deskripsikan data yang terkumpul tanpa analisis terlebih dahulu.
  5. Analisis data dilakukan dengan mendealektikan antara hasil observasi, wawancara, pendapat pakar atau refrensi teoritis. Proses itu diurai  secara tajam sehingga peristiwa yang tak terungkap atau tersembunyi diangkat kepermukaan. Bahkan dari itu pula dapat membangun perspektif baru bila memungkinkan.

Jenis Metodologi Penelitian

Ada empat jenis metodologi penelitian yang selama ini berkembang, yakni :

  1. Metodologi penelitian akademis (academic research): bertujuan untuk memperkaya pengetahuan tentang kenyataan sosial, melalui metode yang menjadikan masyarakat sebagai obyek kajian. Prinsip yang dikedepankan adalah obyektifitas, netralitas sebagai turunan dari filosofi ‘ilmu harus bebas nilai’. Hasilnya adalah ilmu untuk kemajuan ilmu pengetahuan itu sendiri dan dapat dipergunakan oleh siapa saja.

  1. Metodologi penelitian kebijakan (policy research); bertujuan untuk melaksanakan rekayasa sosial. Umumnya dilakukan oleh para politisi, dan birokrasi pemerintah dalam melakukan program-program pembangunan di tengah masyarakat.  

  1. Metodologi penelitian semi partisipatoris; bertujuan untuk membongkar pengetahuan yang melegitimasi praktek pembangunan yang menindas rakyat kecil, membangun kesadaran kritis terhadap kelompok sasaran. Namun belum sampai pada upaya untuk melakukan transformasi sosial.

  1. Metodologi penelitian partisipatoris (partisipatory research); bertujuan untuk membongkar pengetahuan yang melegitimasi praktek pembangunan yang menindas rakyat kecil sambil melakukan proses transformasi sosial. Metode yang digunakan partisipatif, yakni peneliti dengan masyarakat yang diteliti memiliki kesetaraan dan saling bekerjasama. Di sini  masyarakat (perwakilan) diposisikan sebagai peneliti atas kasus yang alaminya. Hasil yang diharapkan adalah adanya tindakan kritis untuk mendorong perubahan sosial yang memperkuat warga atau komunitas yang marginal. Umumnya metodologi ini digunakan oleh aktivis NGO dan intelektual organik.