Pemenang Adalah...

Pemenang sejati adalah berani gagal, berarti berani belajar. Berani untuk mendapatkan kemenangan, juga berani hadapi kegagalan sebagai pembelajaran. Hanya mereka yang berani gagal yang dapat meraih keberhasilan.

Seputar Cinta

Jika rasa cinta terbalas, maka bersyukurlah karena Tuhan telah memberikan hidup lebih berharga dengan belas Kasih-Nya. Jika sebaliknya, maka bersabarlah karena Tuhan sudah mempersiapkan yg lebih baik

Banyak Sahabat

Sahabat itu akan menyenangkanmu saat kamu galau, menghiburmu saat kamu sedih dan membelamu saat kamu terluka.

Seputar Persahabatan

Jangan mengabaikan dia yg peduli padamu, suatu hari kamu akan kehilangan dia hanya karena kamu terlalu sibuk dgn dia yg tak peduli.

Cinta Tak Butuh Alasan

Dan cinta itu memang tidak butuh alasan. Seperti semua orang tua yang mencintai anak-anaknya tanpa alasan.

03/10/10

Goa Gong Pacitan

Kabupaten Pacitan, merupakan bagian wilayah Propinsi Jawa Timur paling selatan, yang berbatasan dengan Propinsi Jawa Tengah. Terletak 276 Km sebelah Barat Daya Kota Surabaya dengan letak geografis 405’ – 436’Bujur Timur dan 755’ – 817’ Lintang Selatan. Dilihat dari topografinya kabupaten Pacitan memiliki topografi yang menarik karena dikelilingi oleh pegunungan, bergelombang, dan berbukit – bukit, hal ini menyebabkan daerah ini mempunyai suasana yang tenang dan damai. Karena merupakan pegunungan kapur maka tidak heran apabila kabupaten ini memiliki julukan “Seribu Satu Goa”. Goa Gong merupakan salah satu dari sekian goa yang dapat dikunjungi di kabupaten ini. Beberapa waktu lalu, nama Pacitan sering sekali disebut di infotainment karena ada salah seorang artis ibu kota yang akan mencalonkan diri sebagai wakil bupati di daerah tersebut. Namun dalam tulisan singkat ini tidak akan membahas mengenai carut marut dunia politik bahkan hebohnya sang artis, di tulisan pendek ini akakn sedikit bercerita mengenai keindahan alam yang ada di Pacitan.

Goa Gong terletak di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Pacitan, sekitar 30 kilometer dari Kota Pacitan. Jika ingin menyingkat waktu, perjalanan ke goa tersebut dapat ditempuh melewati jalur utara, melalui Jalan Pacitan-Pringkuku. Menjelajah Goa Gong mempunyai kesan tersendiri, dalam perjalanan ke perut bumi ini, anda akan disuguhi pemandangan stalaktit dan stalakmit yang telah berusia ratusan tahun didukung dengan tata lampu yang di atur sedemikian rupa menambah keindahan goa ini. Dan di dasar goa ini juga terdapat sumber air alami yang sangat sejuk jika menyentuh kulit. Untuk menengok gambar-gambar nengenai goa gong klik disini Pengen tau lebih lanjut mengenai goa Gong…silakan meluangkan waktu berkunjung kesana…. \(^_^)/

13/09/09

Ucapan Yang Benar

Tinggal menghitung hari lagi kita akan ditinggalkan oleh bulan penuh rahmat di tahun ini, dan kita akan dipertemukan pada hari kemenangan setelah 1 bulan kita berperang melawan hawa nafsu.

di hari kemenangan inilah, sudah menjadi kebiasaan kita untuk mengucapkan selamat serta permintaan maaf kepada teman, sahabat, saudara kita dimanapun berada. Dimana di jaman yang telah modern ini, sarana menyampaikan hal tersebut telah di dukung oleh teknologi yang maju, kita tidak lagi harus berantri membeli kartu pos dan mengirim lewat pos. Dengan cukup dibelakang meja saja kita bisa mengirim ucapan tersebut, bahkan dimanapun kita berada dan sedang melakukan aktivitas apapun kita bisa berkirim ucapan selamat tersebut. Berbagai bentuk kata ucapan biasa kita terima dan kirimkan kepada sanak saudara, serta teman kita. Dari kata-kata yang serius sampai kata-kata gaul.

Sebelum hari itu tiba, alangkah baiknya kita cari tau mengenai bagaimanakah Nabi melakukan hal tersebut.Supaya kita tidak tersasar pada sesuatu yang salah.

Perlu diketahui bahwa hampir semua ucapan yang beredar tidak ada riwayatnya kepada Rasulullah kecuali ucapan: Taqabbalallahu minaa wa minka, yang maknanya, “Semoga Allah SWT menerima amal kami dan amal Anda.” Maksudnya menerima di sini adalah menerima segala amal dan ibadah kita di bulan Ramadhan.

Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar[Fathul Bari 2/446] : “Dalam “Al Mahamiliyat” dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata (yang artinya) : Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : Taqabbalallahu minnaa wa minkum (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)”.

Ibnu Qudamah dalam “Al-Mughni” (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad berkata : “Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka bila kembali dari shalat Id berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain : Taqabbalallahu minnaa wa minka.

Beberapa shahabat menambahkan ucapan shiyamana wa shiyamakum, yang artinya puasaku dan puasa kalian. Jadi ucapan ini bukan dari Rasulullah, melainkan dari para sahabat.

Kemudian, untuk ucapan minal ‘aidin wal faizin itu sendiri adalah salah satu ungkapan yang seringkali diucapkan pada hari raya fithri. Sama sekali tidak bersumber dari sunnah nabi, melainkan merupakan ‘urf (kebiasaan) yang ada di suatu masyarakat, dalam hal ini ya di Indonesia saja.

Sering kali kita salah kaprah mengartikan ucapan tersebut, karena biasanya diikuti dengan “mohon maaf lahir dan batin”. Jadi seolah-olah minal ‘aidin wal faizin itu artinya mohon maaf lahir dan batin. Padahal arti sesungguhnya bukan itu. Kata minal aidin wal faizin itu sebenarnya sebuah ungkapan harapan atau doa. Tapi masih ada penggalan yang terlewat. Seharusnya lafadz lengkapnya adalah ja’alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faizin, artinya semoga Allah menjadikan kami dan anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung (menang).

Sedangkan Makna Minal `Aidin wal Faizin menurut Prof. Dr. M. Quraish Shihab dari buku Lentera Hati

“Minal `aidin wal faizin,” demikian harapan dan doa yang kita ucapkan kepada sanak keluarga dan handai tolan pada Idul Fitri. Apakah yang dimaksud dengan ucapan ini ? Sayang, kita tidak dapat merujuk kepada
Al-Quran untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kata `aidin, karena bentuk kata tersebut tidak bisa kita temukan di sana. Namun dari segi bahasa, minal `aidin berarti “(semoga kita) termasuk orang-orang yang kembali.” Kembali di sini adalah kembali kepada fitrah, yakni “asal kejadian”, atau “kesucian”, atau “agama yang benar”.

Setelah mengasah dan mengasuh jiwa – yaitu berpuasa – selama satu bulan, diharapkan setiap Muslim dapat kembali ke asal kejadiannya dengan menemukan “jati dirinya”, yaitu kembali suci sebagai mana ketika ia baru dilahirkan serta kembali mengamalkan ajaran agama yang benar. Ini semua menuntut keserasian hubungan, karena – menurut Rasulullah – al-aidin al-mu’amalah, yakni keserasian dengan sesama manusia, lingkungan, dan alam.

Sementara itu, al-faizin diambil dari kata fawz yang berarti “keberuntungan” . Apakah “keberuntungan” yang kita harapkan itu Di sini kita dapat merujuk pada Al-Quran, karena 29 kali kata tersebut, dalam berbagai bentuknya, terulang. Menarik juga untuk diketengahkan bahwa Al-Quran hanya sekali menggunakan bentuk afuzu (saya beruntung). Itupun menggambarkan ucapan orang-orang munafik yang memahami “keberuntungan” sebagai keberuntungan yang bersifat material (baca QS 4:73)

Bila kita telusuri Al-Quran yang berhubungan dengan konteks dan makna ayat-ayat yang menggunakan kata fawz, ditemukan bahwa seluruhnya (kecuali QS 4:73) mengandung makna “pengampunan dan keridhaan Tuhan serta kebahagiaan surgawi.” Kalau demikian halnya, wal faizin harus dipahami dalam arti harapan dan doa, yaitu semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh ampunan dan ridha Allah SWT sehingga kita semua mendapatkan kenikmatan surga-Nya.

Salah satu syarat untuk memperoleh anugerah tersebut ditegaskan oleh Al-Quran dalam surah An-Nur ayat 22, yang menurut sejarah turunnya berkaitan dengan kasus Abubakar r.a. dengan salah seorang yang ikut
ambil bagian dalam menyebarkan gosip terhadap putrinya sekaligus istri Nabi, Aisyah. Begitu marahnya Abubakar sehingga ia bersumpah untuk tidak memaafkan dan tidak memberi bantuan apapun kepadanya.

Tuhan memberi petunjuk dalam ayat tersebut: Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS 24:22).

Marilah kita saling berlapang dada, mengulurkan tangan dan saling mengucapkan minal `aidin wal faizin. semoga kita dapat kembali mendapatkan jati diri kita semoga kita bersama memperoleh ampunan,
ridha, dan kenikmatan surgawi. Amin.

Dari berbagai sumber


05/09/09

Kita Bangsa Besar

Lagi dan lagi bangsa kita diusik oleh tingkah dari Negara Serumpun, yang telah kesekian kalinya mengklaim budaya bangsa Indonesia dan dipublikasikan untuk iklan pariwisata negaranya. Malaysia, negara tetangga yang begitu dekat dengan negara kita, atau saking dekatnya malahan negara tersebut berani melakukan hal tersebut????
Dari reog, batik, angklung, sampai yang terakhir adalah tari pendet diakui negara tersebut dan dijadikan ikon promosi pariwisatanya. Berdalih pihak swasta yang membuat pemerintah Malaysia mencoba berkelit dari amarah rakyat bangsa Indonesia.
Namun dari sekian banyak peristiwa pencaplokan budaya bangsa kita oleh negara tetangga hendaknya kita sebagai bangsa tidak hanya harus mengumbar amarah dan main tuntut baik secara hukum maupun main sumpah serapah sembarangan. Sebagai bangsa yang besar kita harus mau dan mampu instropeksi diri terhadap peristiwa tersebut.
langkah pasti yang harus dilakukan adalah menginventarisasi hasil kebudayaan tak benda yang kita miliki. peristiwa klaim tersebut merupakan teguran yang bagus bagi kita untuk kembali melakukan inventarisasi budaya bangsa.

07/05/09

Menjaga Kehormatan Diri

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah lainnya. Manusia dibekali dengan akal tuk.berpikir dan hati.tuk merasa.

Setiap manusia diciptakan dengan dibekali potensi diri yang berbeda diantara manusia yang satu dengan manusia lainnya. Perbedaan potensi diri ini dimaksudkan supaya manusia saling bekerja sama dalam menjalankan aktivitasnya di muka bumi.

Semoga Allah memberikan kemampuan kita tuk bisa menggali potensi yang ada pada diri kita. Menggali dan mengembangkan diri kita sebaik mungkin sehingga dalam hidup di dunia yang hanya sekali ini,kita tidak menjadi beban orang lain, tapi bahkan kita bisa hidup dengan terhormat dengan bisa meringankan beban orang lain.Sabda Rasul : sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak manfaatnya.

Kehormatan dan kemuliaan yang sebenarnya adalah ketika hati kita bebas dari bergantung kepada selain Allah. Bentuk perjuangan kita untuk menjaga harga diri dari meminta-minta kepada selain Allah adalah bukti kemuliaan kita.Jiwa mandiri adalah kunci harga diri.

Menjadi manusia mandiri adalah manusia yang akan memiliki harga diri. Mandiri adalah sumber percaya diri,Mandiri membuat kita lebih tentram diri.

Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu gigih mengubah nasibnya sendiri. Kita diberi kemampuan oleh Allah untuk mengubah nasib kita.Berarti, kemampuan kita mandiri untuk mengarungi hidup ini merupakan kunci yang diberikan Allah untuk sukses dunia dan insya Allah akhirat nantinya.

Keuntungan mandiri,kita akan mempunyai wibawa sendiri. Keuntungan lain,kita makin percaya diri dalam menghadapi hidup ini. Orang yang terlatih menghadapi masalah sendiri akan berbeda semangatnya dalam mengarungi hidup dibandingkan orang yang selalu bersandar kepada orang lain. Karena kalau kita bersandar pada selain Allah maka kita akan dihantui kekhawatiran sewaktu-waktu sandaran kita akan hilang.